MAANFAAT BUAH PINANG
Sabtu, 11 Agustus 2012
Manfaat dan Khasiat Buah Pinang
Uraian :
Pinang umumnya ditanam di pekarangan, di taman-taman atau dibudidayakan, kadang tumbuh liar di tepi sungai dan tempat-tempat lain, dapat ditemukan dari 1-1.400 m dpl. Pohon berbatang langsing, tumbuh tegak, tinggi 10-30 m, diameter 15-20 cm, tidak bercabang dengan bekas daun yang lepas. Daun majemuk menyirip tumbuh berkumpul di ujung batang membentuk roset batang. Pelepah daun berbentuk tabung, panjang 80 cm, tangkai daun pendek. Panjang helaian daun 1-1,8 m, anak daun mempunyai panjang 85 cm, lebar 5 cm, dengan ujung sobek dan bergigi. Tongkol bunga dengan seludang panjang yang mudah rontok, keluar dari bawah roset daun, panjang sekitar 75 cm, dengan tangkai pendek bercabang rangkap. Ada 1 bunga betina pada pangkal, di atasnya banyak bunga jantan tersusun dalam 2 baris yang tertancap dalam alur. Bunga jantan panjang 4 mm, putih kuning, benang sari 6. Bunga betina panjang sekitar 1,5 cm, hijau, bakal buah beruang satu. Buahnya buah buni, bulat telur sungsang memanjang, panjang 3,5-7 cm, dinding buah berserabut, bila masak warnanya merah oranye. Biji satu, bentuknya seperti kerucut pendek dengan ujung membulat, pangkal agak datar dengan suatu lekukan dangkal, panjang 15-30 mm, permukaan luar berwarna kecoklatan sampai coklat kemerahan, agak berlekuk-lekuk menyerupai jala dengan warna yang lebih muda. Umbutnya dimakan sebagai lalab atau acar, sedang buahnya merupakan salah satu ramuan untuk makan sirih, dan merupakan tanaman penghasil zat samak. Pelepah daun yang bahasa Sundanya disebut upih, digunakan untuk pembungkus makanan, bahan campuran untuk pembuatan topi, dsbnya. Perbanyakan dengan biji.
Nama Lokal :
Jambe, penang, wohan (Jawa). pineng, pineung, pinang,; Batang mayang, b. bongkah, b. pinang, pining, boni (Sumtra); Gahat, gehat, kahat, taan, pinang (Kalimanantan). alosi; mamaan, nyangan, luhuto, luguto, poko rapo, amongon.(Sul.); Bua, hua, soi, hualo, hual, soin, palm (Maluku). bua, winu,;
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Cacingan, Perut kembung, Luka, Batuk berdahak, Diare, Kudis; Koreng, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, difteri; Tidak nafsu makan, Sembelit, Sakit pinggang, gigi dan gusi,;
Bagian YAng Dipakai : Biji, daun, sabut.
Kegunaan :
- Biji (Binglang) Untuk Mengobati : Cacingan taeniasis, fasciolopsiasis, Perut kembung akibat gangguan pencernaan, Bengkak karena retensi cairan (edema), Rasa penuh di dada, Luka, Batuk berdahak, Diare, Terlambat haid, Keputihan, Beri-beri, edema, Malaria, Memperkecil pupil mata (miosis) pada glaucoma.
- Daun Untuk Mengatasi : Tidak napsu makan, Sakit pinggang (lumbago).
- Sabut Untuk Mengatasi : Gangguan pencernaan (dyspepsia), Sembelit, Edema dan beri-beri. Pemakaian : Untuk minum: 5-10 g biji kering atau 5-10 g sabut, rebus.
Pemakaian Luar : Biji secukupnya direbus, airnya untuk mencuci luka dan infeksi kulit lainnya.
- Cacingan : 30 g serbuk biji pinang direbus dengan 2 gelas air, didihkan perlahan-lahan seiama 1 jam. Setelah dingin disaring, minum sekaligus sebelum makan pagi.
- Luka : Biji ditumbuk halus, untuk dipakai pada luka.
- Kudis : Biji pinang digiling halus, tambahkan sedikit air kapur sirih sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai untuk memoles bagian tubuh yang terkena kudis.
- Koreng : Pinang, gambir, kapur sirih masing-masing sebesar telur cicak, tembakau sebesar ibu jari dan 1 lembar daun sirih segar. Bahan-bahan tersebut dicampur ialu digiling halus. Lumurkan pada koreng yang telah dibersihkan.
- Disentri : Buah pinang yang warnanya kuning muda dicuci lalu direndam dalam 1 gelas air selama beberapa jam. Minum air rendaman pinang.
- Membersihkan dan memperkuat gigi dan gusi : Biji pinang diiris tipis-tipis. Kunyah setiap hari selama beberapa menit, lalu ampasnya dibuang.
- Sakit pinggang : Daun secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, panaskan sebentar di atas api. Hangat - hangat dipakai untuk mengompres bagian pinggang yang sakit.
- Difteri : 1 butir biji pinang kering digiling halus, seduh dengan 3/4 cangkir air panas dan 1 sendok makan madu. Setelah dingin dipakai untuk kumur-kumur di tenggorokan selama 2-3 menit, lalu dibuang. Lakukan 3 kali sehari.
Efek samping: Senyawa alkaloid yang dikandung pada buah cukup berbahaya untuk sistem syarat. Yang umum terjadi adalah mual dan muntah (20-30%), sakit perut, pening dan nervous. Untuk mengurangi kejadian muntah, minumlah rebusan obat setelah dingin. Efek samping yang jarang terjadi adalah luka pada lambung yang disertai muntah darah. Tanda-tanda kelebihan dosis: Banyak keluar air liur (qalivation), muntah, mengantuk dan seizure.
Pengobatan: Cuci lambung dengan larutan potassium permanganate dan injeksi atropine. Untuk mengurangi efek racunnya, pemakaian biji pinang sebaiknya yang telah dikeringkan, atau lebih baik lagi bila biji pinang kering direbus dahulu sebelum diminum. Kebiasaan mengunyah biji pinang, dapat meningkatkan kejadian kanker-mukosa pipi (buccal cancer).
Komposisi Buah Pinang:
- SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
- Biji : Pahit, pedas, hangat. Obat cacing (anthelmintic), peluruh kentut (antiflatulent), peluruh haid, peluruh kencing (diuretik), peluruh dahak, memperbaiki pencernaan, pengelat (astringen), pencahar (laksan).
- Daun: Penambah napsu makan.
- Sabut: Hangat, pahit. Melancarkan sirkulasi tenaga, peluruh kencing, pencahar.
- KANDUNGAN KIMIA :
- Biji : mengandung 0,3-0,6% alkaloid, seperti Arekolin (C8 H13 NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung red tanin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid, dibandingkan biji yang telah diproses. Arekolin: Obat cacing dan berkhasiat sebagai penenang.
Tanaman Pinang atau dalam bahasa Latin di kenal dengan nama Areca Catechu L, telah banyak dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional sejak dulu. Berikut beberapa manfaat buah pinang :
1. Mengobati luka kulit. Caranya, daging buah pinang yang masih muda ditumbuk hingga halus, lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang terluka.
2. Biji pinang muda digunakan kaum wanita untuk mengecilkan rahim setelah melahirkan. Caranya masak buah pinang muda lalu airnya diminum hingga rahim kembali ke bentuk normal.
3. Untuk mengobati rabun mata. Cukup dengan langsung dikunyah dan airnya ditelan.
4. Meningkatkan gairah seks kaum pria. Khasiat ini di ketahui karena di dalam pinang terkandung arekolin.
5. Anak penderita cacingan. Caranya, rebuslah biji pinang muda hingga mendidih. Airnya kemudian dibiarkan hingga dingin lalu disaring. Air ini lalu diminumkan pada anak penderita cacingan.
5. Air rebusan biji pinang juga digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, bisul, kudis dan mencret.
1. Mengobati luka kulit. Caranya, daging buah pinang yang masih muda ditumbuk hingga halus, lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang terluka.
2. Biji pinang muda digunakan kaum wanita untuk mengecilkan rahim setelah melahirkan. Caranya masak buah pinang muda lalu airnya diminum hingga rahim kembali ke bentuk normal.
3. Untuk mengobati rabun mata. Cukup dengan langsung dikunyah dan airnya ditelan.
4. Meningkatkan gairah seks kaum pria. Khasiat ini di ketahui karena di dalam pinang terkandung arekolin.
5. Anak penderita cacingan. Caranya, rebuslah biji pinang muda hingga mendidih. Airnya kemudian dibiarkan hingga dingin lalu disaring. Air ini lalu diminumkan pada anak penderita cacingan.
5. Air rebusan biji pinang juga digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, bisul, kudis dan mencret.
Buah Pinang, Biji dan Batangnya Sangat Bermanfaat
Pinang adalah sejenis tumbuhan palma yang tumbuh di daerah Afrika bagian timur, Asia dan daerah Pasifik. Pinang yang memiliki nama ilmiahAreca catechu ini memiliki batang lurus langsing dan dapat mencapai ketinggian 25 meter. Dengan batang tinggi langsing serta lurus ini, membuat pohon pinang banyak digunakan sebagai media untuk permainan panjat pinang. Pohon pinang memang tidak menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi langsung, tetapi buah pinang ternyata telah banyak dimanfaatkan oleh leluhur kita sebagai obat tradisional.
Pinang ditanam untuk dimanfaatkan biji dan batangnya, orang-orang barat menyebut biji pinang dengan sebutan ‘betel nut’. Biji ini telah lama dmanfaatkan orang sebagai campuran untuk orang makan sirih selain dari kapur dan gambir. Saat ini biji pinang telah menjadi komoditi perdagangan, biji pinang saat ini diekspor dari Indonesia ke beberapa Negara di Asia seperti India, Pakistan dan Nepal.
Kandungan Buah Pinang
Biji pinang yang memiliki rasa pahit itu mengandung alkoloida seperti arekaina (arecaine) dan arekolina (arecoline) yang memiliki sifat racun dan adiktif. Beberapa jenis pinang akan menyebabkan rasa pening jika dimakan. Beberapa kandungan senyawa penting pada buah pinang antara lain adalah arecaidine, arecolidine, guvacoline,guracine (guacine) dan beberapa unsur lainnya.
Manfaat Buah Pinang Untuk Pengobatan
Buah pinang memiliki banyak sekali manfaat sebagai tanaman obat, beberapa manfaat buah pinang sebagai tanaman obat adalah:
1. Pinang dapat kita manfaatkan untuk mengobati luka kulit dengan cara menumbuk daging buah pinang yang masih muda kemudian menempelkanya pad abagian kulit yang terluka.
2. Biji buah pinang muda juga dapat dimanfaatkan untuk mengecilkan rahim setelah melahirkan dengan cara merebus buah piang muda kemudian meminum airnya secara rutin sampai rahimnya mengecil.
3. Buah piang dapat dimanfaatkan untuk mengobati mata rabun dengan cara mengunyah buahnya kemudian meminum airnya.
4. Buah pinang juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati cacingan, khususnya untuk mengobati cacing pita. Caranya adalah dengan merebus biji pinang muda hingga mendidih, dinginkan airnya, kemudian minumkan air rebusan biji pinang tersebut kepada penderita cacingan.
5. Buah pinang juga bermanfaat sebagai penambah gairah bagi kaum pria karena dalam buah pinang terkandung arekolin.
Langganan:
Komentar (Atom)



